Friday, January 8, 2016

11:45 PM

Halo kawan-kawanku yang luar biasa, apa kabar hari ini, sekarang mari kita membahas tentang Disaster Recovery Center, apakah Disaster Recovery Center itu? Yuk kita kenali dulu pengertiannya

Sebelum mengenal DRC ada baiknya mari kita mengenal dulu Disaster Recovery Plan (DRP) yang merupakan proses ,kebijakan atau prosedur yang berkaitan dengan persiapan untuk pemulihan atau kelanjutan dari infrastruktur teknologi informasi yang penting bagi organisasi atau instansi setelah terjadi gangguan, baik karena alam ataupun ulah manusia. DRP membahas tentang perencanaan darurat bila terjadi gangguan agar bisnis atau usaha suatu organisasi terus berlagsung dan menyelamatkan sistem informasi yang berjalan dari gangguan yang terjadi.
DRP harus menangani 3 buah bidang yaitu
  • Prevention (sebelum gangguan), meminimalkan bencana pada sistem dan sumber daya dengan adanya perencanaan. Juga memaksimalkan kemampuan organisasi atau instansi untuk pulih dari gangguan
  • Contuinity (saat gangguan), langkah-langkah atau prosedur-prosedur, yang telah direncakan untuk dilakukan saat terjadinya gangguan.
  • Recovery (setelah gangguan), langkah-langkah atau prosedur-prosedur untuk melakukan pemulihan setelah gangguan selesai.
Disaster Recovery Center adalah fasilitas bagi perusahaan untuk dapat terus beroperasi bila terjadi gangguan pada unit sebuah instansi atau perusahaan dan merupakan kelanjutan dari DRP atau bisa dibilang DRC adalah hasil dari perencanaan DRP, sebagai contoh bila terjadi kebakaran pada sebuah ruangan server utama sebuah perusahaan maka tentu akan menghentikan aktivitas bisnis pada perusahaan tersebut, tetapi bila terdapat fasilitas DRC maka perusahaan tersebut dapat terus berjalan bahkan tampa pengguna sadari bila telah terjadi gangguan.  

Secara umum DRC berfungsi untuk:
  • Meminimalisasi kerugian finansial dan nonfinansial dalam meghadapi kekacauan bisnis atau bencana alam meliputi fisik dan informasi berupa data penting perusahaan
  • Meningkatkan rasa aman di antara personel, supplier, investor, dan pelanggan
Berikut adalah gambaran dari Topologi DRC

Topologi DRC


Bila kita lihat pada gambar tersebut dapat dilihat bahwa terjadi replikasi database dan Main Server dari  Data Center A yang merupakan Data Center utama ke Data Center B yang merupakan Data Center untuk Disaster recovery Center, tetapi hal tersebut tidaklah baku, dikarenakan untuk Disaster Recovery Center disarankan untuk terdiri dari 2 data Center sebagai replikasi di 2 lokasi yang berbeda, ya betul lokasi yang berbeda. Data Center untuk Disaster Recovery Center sebaiknya dibangun di lokasi berjarak minimal 500 km dari lokasi jarak Data Center utama, ataupun bisa dibangun di tempat paling minim bencana alam, konon di Indonesia tempat tersebut berada di Pulau Kalimantan, tetapi menurut saya hal tersebut dipatahkan karena banyaknya kasus pembakaran hutan. Selain itu kenapa harus dibangun minimal 2 data center replikasi dikarenakan bila terjadi gangguan pada salah satu data center replikasi, maka dapat diantisipasi oleh satu data center lainnya.
Membangun DRC adalah hal yang kompleks dan tentu tidak mudah, juga membutuhkan perhatian yang serius dan khusus. Bahkan beberapa Vendor telah menyediakan layanan khusus untuk DRC tersebut meskipun mungkin biayanya tidak murah. DRC sendiri bukanlah sebatas perencanaan tetapi juga harus dilakukan :D

Referensi
https://wijasena.wordpress.com/2011/12/20/sekilas-tentang-disaster-recovery-center-drc/

0 comments :

Post a Comment