Saturday, January 16, 2016

1:34 AM
Halo kawan-kawan yang luar biasa, sehatkah kalian? Kuharap sehat y :D, beberapa waktu lalu saya berjanji akan membahas Register untuk kendali status. Nah di kesempatan ini saya akan menepati janji saya, yuk kawan-kawan lets cekibrot...

Register untuk kendali dan status Register tipe ini untuk mengendalikan operasi pemroses. Register ini tidak terlihat oleh pengguna. Sebagiannya dapat diakses dengan instruksi mesin yang dieksekusi di mode kernel.



Register unuk kendali dan status terdiri dari :

  • Register untuk alamat dan buffer yang terdiri dari
    • MAR(Memory Address Register), dimana register ini mencatat alamat memori yang akan diakses, baik yang akan ditulis maupun dibaca.
    • MBR(Memory Buffer Register), dimana register ini untuk menampung data yang akan dituliskan ke memori yang alamatnya ditunjuk MAR atau untuk menampung data dari memori yang alamatnya ditunjuk oleh MAR, yang akan dibaca.
    • I/O AR (I/O Address Register), dimana register ini untuk mencatat alamat I/O port yang akan diakses, baik akan ditulisi maupun dibaca.
    • I/O BR (I/O Buffer Register), dimana register ini untuk menampung data yang akan dituliskan ke port yang alamatnya ditunjuk I/O AR atau untuk menampung data dari port yang alamantya ditunjuk oleh I/O AR, yang akan dibaca.
  • Register untuk eksekusi instruksi terdiri dari.
    • PC (Program Counter), dimana register ini mencatat alamat memori dari instruksi yang akan diambil untuk dieksekusi.
    • IR (Instuction Register), dimana register ini menampung instruksi yang akan dilaksanakan.
  • Register untuk infromasi status, dimana register ini dapat berupa satu register atau kumpulan register, yang disebut PSW (Program status word). PSW biasanya berisi kode-kode kondisi pemroses ditambah informasi-informasi status lainnya. PSW biasanya berisi infomasi atau penanda berikut :
    • Sign, penanda ini mencatat tanda bilangan positif dan negatif, yang dihasilkan operasi yang sebelumnya dijalankan.
    • Zero, penanda ini mencatat apakah operasi sebelumnya menghasilkan nilai 0.
    • Carry, penanda ini mencatata apakah diasilkan kondisi ketika operasi penjumlahan atau perkalian menghasilkan bawaan yang tidak dapat ditampung register akumulator.
    • Equal, penanda ini mencatat apakah operasi menghasikan kondisi sama dengan.
    • Overflow, penanda ini mencatat apakah operasi menghasilkan kondisi overflow.
    • Interrupt Enable/Disable, penanda ini mencatat apakah mode interupsi sedang dapat diaktifkan atau tidak.
    • Supervisor, penanda ini mencatat mode eksekusi yang dilaksanakan yaitu mode supervisor atau bukan. Pada mode supervisor, seluruh instruksi yang disediakan pemroses dapat dilaksanakan, sedangkan dalam mode bukan supervisor maka beberapa instruksi kritis tidak dapat diaktifkan.
Demikian pembahasan kita pada artikel kali ini kawan-kawan, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua ya, bila teman-teman mempunyai masukan atau komentar, silahkan :D

Referensi
Dr.Bambang Hariyanto “Sistem Operasi Revisi Kelima”

0 comments :

Post a Comment